Setiap manusia, pada dasarnya tidak dapat melupakan kenangan terhadap suatu bagian dalam perjalanan hidupnya. Demikian juga dengan mobil Retro ini. Dimulai dari kolektor yang tetap setia merawat mobil kebanggaannya, sampai akhirnya berkumpul dalam satu kebersamaan. Mereka-mereka inilah yang akhirnya menghidupkan kembali kenangan akan mobil-mobil yang pernah mereka lihat, mereka rasakan dan mereka banggakan pada satu masa dalam kehidupannya.
Definisi Mobil retro sendiri sebenarnya masih rancu. Akan tetapi , di Indonesia diartikan sebagai mobil yang telah berusia 25 tahun sampai dengan 40 tahun, dihitung dari tahun berjalan, apapun alirannya seperti vintage ataupun custom. Sedangkan diatas 40 tahun, dikategorikan sebagai mobil kuno.
Pada era tersebut, memang banyak merk mobil yang beredar di Indonesia. Mulai dari produk buatanAmerika, Eropa, Australia bahkan dari negara blok timur seperti uni sovet, serta dari jepang yang nantinya merajai dunia otomotif di Indonesia. Akan tetapi, mengikuti perjalanan waktu, hanya beberapa merk yang bertahan dan akhirnya dikoleksi oleh penggemar Mobil Retro.
Pada 25 tahun yang lalu, kegiatan otomotif di Indonesia memang sedang dalam masa jaya. Kegiatan otomotif seperti Sprint Rally, Slalom Test, hampir setiap saat diadakan. Bahkan, kegiatan balap liar yang selalu meminta korban, sudah seperti wabah penyakit menular yang sulit dihentikan. Selain sisi negatif-nya, balap liar ternyata melahirkan banyak pembalap yang dapat mengukir prestasi di arena balap yang sebenarnya. Hingga saat ini, beberapa dari mereka tetap eksis, bahkan menjadi legenda di dunia otomotif Indonesia.
Berkat kegiatan balap dan reli ini, beberapa merk mobil juga menjadi legenda. Diantaranya adalah merk : Toyota, Datsun dan Mitsubishi. Tidak mengherankan jika mobil produksi ketiga pabrikan ini tercatat sebagi mobil retro yang paling banyak populasinya. Dan 25 tahun kemudian, waktu seperti berputar kembali, Toyota, Datsun dan Mitsubishi kembali menjadi primadona dan incaran para penggemar mobil retro di Indonesia.
Pada beberapa generasi, terutama yang mengalami masa remaja pada era 25 tahun yang lalu, mobil retro bukan sekedar hobi, tapi ada nilai nostalgia yang terbentuk bersama mobil tersebut. Mengendarai mobil retro, seperti mengekspresikan kembali masa remaja, masa sekolah, masa pacaran, dan masa dimana mereka menghabiskan sebagian waktu mereka untuk menikmati hidup. Nostalgia masa remaja memang selalu punya tempat tersendiri. Remaja tahun 1980-an di Jakarta, umpamanya. Mereka mengulang kembali kegandrungan pada balap mobil di masa penuh gairah muda dulu. Mobil retro yang mereka miliki pun sama dengan yang pernah mereka tunggangi saat masih berseragam putih dan abu-abu.
Trend mobil retro semakin marak dengan diadakannya kegiatan-kegiatan oleh beberapa komunitas, seperti menggelar balap khusus retro si Sirkuit Sentul. Balap Retro Touring Championship ini digelar selama 6 seri di sirkuit Sentul, dimulai awal tahun 2008 lalu, mengikuti jadwal Kejuaraan Nasional Balap Mobil.
Sesuai dengan temanya, yaitu nostalgia masa lalu, suasana ajang balap dibuat penuh kekeluargaan. Sebelum berlaga, semua peserta saling bertukar pikiran mengenai mobil yang dikendarainya. Tanpa ragu-ragu, mereka berbagi kiat bagaimana membuat suspensi yang mumpuni , tip merawat mobil, atau jurus mencari suku cadang mobil retro yang semakin lama semakin sulit dicari. Menang kalah itu bukan lagi menjadi tujuan, yang penting hobi tersalurkan dan memiliki banyak teman.
Demikian sedikit cerita tentang mobil retro.
Semoga Blog ini dapat memberi inspirasi dan informasi seputar mobil retro.
Salam Retro,
P. Abrianto Wahyu Wibisono