W124 adalah kode chassis yang digunakan sebagai platform bagi Mercedes Benz E Class produksi tahun 1985-1995.
Produknya termasuk kelas menengah (Mid-sized), dengan dimensi diantara model kompak 190, C-Class dan model S-Class.
Diproduksi pertama kali pada bulan November 1985, W124 dirancang untuk menggantikan W123 yang dihentikan produksinya pada awal tahun 1985.
W124 atau yang di Indonesia dikenal sebagai "Mercy Boxer", dirancang oleh satu tim yang dipimpin oleh Bruno Sacco. Desainnya benar-benar baru, model buritan sedikit tajam dengan bagian atas berbentuk trapezoidal serta bibir bagasi berpotongan rendah. Meski jauh berbeda dengan pendahulunya (W123), Bruno Sacco tetap mempertahankan guratan khas Mercedes Benz.
Rancang bangun W124 dibuat dalam jangka waktu yang lama dengan biaya yang sangat besar, karena pihak pabrikan melibatkan banyak tenaga ahli di bidang desain, mesin, kelistrikan dan teknologi lainnya yang saling berkaitan. W124 memang menjadi prioritas utama Mercedes Benz pada masa itu.
Setelah berhasil masuk jalur produksipun, W124 masih terus dikembangkan dan menjalani proses uji coba yang sangat panjang. Hasilnya memang sangat luar biasa. Mercedes-Benz E-Class W 124 dianggap sebagai produk yang nyaris tanpa cacat.
Nantinya, W124 mendapat reputasi yang baik dalam hal kekuatan dan kehandalan. Salah satunya berasal dari hasil survey yang dilakukan oleh German Automobile Association (ADAC) pada mobil-mobil yang telah berusia 4-6 tahun. Hasilnya, W124 bermesin diesel mendapat tempat pertama sebagai mobil yang paling handal di kelas "upper-middle".
Survey dilakukan per 1.000 unit kendaraan yang usianya 4-6 tahun. Untuk kendaraan yang berusia 4 tahun, tercatat ada 11,8 kerusakan per 1.000 unit W124. Bandingkan dengan Audi yang jumlahnya 14,6 kerusakan untuk 1.000 unit Audi 100s. Sedangkan untuk kendaraan yang berusia 6 tahun, jumlah kerusakan adalah 21,6 dari 1.000 unit W124 dan 27,3 per 1.000 unit untuk Audi 100s
Kelebihan lain dari W124 adalah , penerapan inovasi teknologi serta fitur-fitur yang dianggap sebagai pengenalan terhadap produk-produk yang sangat maju pada jamannya,antara lain :
1.Plastic Moulding
Peralatan dengan desain khusus ini dipasang pada bagian bawah kendaraan. Fungsinya untuk mempercepat aliran udara di bawah mobil, mengurangi konsumsi bahan bakar serta suara angin yang berisik. Efek utamannya adalah, nilai coefficient of drag (Cd) yang cukup rendah, yaitu hanya 0,28 pada model Mercedes Benz 200/200D yang dipasarkan di eropa dengan ukuran ban 185/65 R15.
2.Wiper
Wiper pada Mercedes Benz W123 cukup unik. Jika pada kendaraan lain selalu menggunakan dua buah wiper pada kaca depan, W123 hanya menggunakan satu buah wiper dengan mekanisme khusus, agar dapat menjangkau area yang lebih luas seperti pojok atas kaca depan.
3.Sandaran Kepala
Sandaran kepala pada W123 model sedan, coupe dan cabriolet (convertible) dirancang agar dapat dilipat atau dinaik-turunkan untuk meningkatkan daya pandang ke arah belakang jika diperlukan. Fitur ini tidak ada pada model Station Wagon, karena akan mengganggu flexibilitas ruang bagasi belakang pada saat sandaran kepala diturunkan. Namun hal ini tidak berlaku pada model station wagon yang menggunakan pintu belakang "neighbour-friendly", karena sandaran kepala ini akan menutup secara otomatis melalui sensor yang digerakkan oleh motor servo.
4.Sensor Oksigen
Pada sistem pembuangan W124 telah di tambahkan sensor oksigen, yang bekerja bersama dengan sistem injeksi bahan bakar untuk meningkatkan efrisensi penggunaan bahan bakar serta memenuhi peraturan emisi yang lebih ketat
5."4MATIC"
Ini adalah sistem Four Wheel Drive (automatically engaging four-wheel drive) yang diciptakan Mercedes Benz untuk pertama kalinya, dan langsung diaplikasikan pada W124 produksi tahun 1986
6.Standar Keamanan
Untuk keselamatan penumpang, rancangan tata letak pada W124 mengambil dasar dari Mercedes 190 (W201), yang dikembangkan agar dapat menahan benturan keras. Percobaan dilakukan dengan menabrakkan W124 pada tembok beton dengan kecepatan 35 mp/h. Hasilnya, benturan tersebut tidak menyebabkan kerusakan kabin kendaraan yang dapat membahayakan penumpang, kaca depan tetap berada di tempatnya, dan semua pintu tetap mudah dibuka tanpa perlu menggunakan peralatan apapun. Test terhadap benturan yang dilakukan oleh Mercedes Benz ini kemudian dijadikan dasar oleh Euro-NCAP sebagai prosedur untuk melakukan standarisasi Crash-Test di Eropa.
7.Fitur Keselamatan
W124 telah dilengkapi dengan beberapa fitur untuk keamanan penumpang antara lain :
8.Automatic locking differential (ASD)
9.Acceleration skid control (ASR)
10.Transmisi otomatis 5-speed
11.Catalytic converter
12.Sistem pengereman Anti-lock (ABS)
Pada tahun 1993, Mercedes-Benz mengenalkan perubahan nomenclature pada seri mobil penumpangnya. Mercedes-Benz mid-series berubah namanya menjadi E-Class.
(Bersambung..)