Perbedaan paling signifikan antara Daihatsu Taft F50 (kebo) dengan generasi sebelumnya yaitu F20, adalah pada bagian mesin. Daihatsu Taft F50 menggunakan mesin diesel, yang memiliki ciri khas yaitu suara yang lebih berisik jika dibandingkan dengan mesin berbahan bakar bensin.
Namun kondisi tersebut hanya terasa pada saat stasioner. Jika telah berjalan, minimal pada kecepatan 50 km/jam, ciri khas mesin diesel sudah tidak lagi terasa. Peningkatan kecepatanpun tidak jauh berbeda dengan Daihatsu Taft F10/F20 yang menggunakan mesin bensin.
Keuntungan utama dari penggunaan mesin diesel adalah penggunaan bahan bakar (solar) yang lebih irit dan efisien. Pada kecepatan konstan 60 km/jam, pemakaian bahan bakar adalah 11,5 km/liter solar. Jika kecepatan ditambah menjadi 80 km/jam, pemakaian bahan bakar menjadi 7,6 km/jam. Kondisi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan kendaraan jip sekelasnya yang rata-rata menghabiskan bahan bakar 7 km/liter premium pada kecepatan konstan 60 km/jam.
Mesin diesel pada Daihatsu Taft Diesel F50 juga mudah dinyalakan dan suhu ideal dapat tercapai dalam tempo relatip singkat. Jika cuaca cukup dingin, proses penyalaan mesin dapat dipercepat dengan bantuan tombol putar pengatur akselarator. Tombol in juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi konsumsi bahan bakar di lintas cepat seperti di jalan tol misalnya. Caranya dengan memutar penuh ke kanan tombol putar tersebut, maka mobil akan melaju dengan kecepatan tetap 6o km/jam.
Tenaga yang dihasilkan dari mesin berkapasitas 2500cc cukup mumpuni, pada putaran 3600 rpm, mampu menghasilkan daya 66 hp (SAE), yang dapt mengatasi kondisi jalan yang cukup berat, berupa tanjakan tajam ataupun untuk mendapatkan akselarasi cepat dengan mudah.
Momen punter mesin ini adalah 16.0 kg. m/2200 rpm, dua kali lipat lebih dari momen puntir mesin bensin yang digunakan pada Daihatsu Taft F20. Oleh sebab itu, mobil ini lebih dapat diandalkan untuk segala medan pada hampir semua pemakaian gigi transmisi dengan rpm rendah. Ini sangat membantu dalam penghematan bahan bakar di samping tidak terlalu sering harus pindah gigi. Gigi satu praktis hanya diperlukan untuk start
Sumber : Majalah Mobil & Motor/Oktober 1979