Mobil Retro - Old Machine With Young Blood

Dodge Kambing

Dodge Kambing adalah nama sebutan di Indonesia bagi Pickup/Truck Dodge Seri B yang diproduksi  antara tahun 1948-1953.

Penggunaan istilah "kambing", konon berasal dari lambang berbentuk kepala kambing yang ada di bagian depan kap mesin.

Seri B dipasarkan dengan 4 ukuran kapasitas yaitu :

  • ½  ton -> panjang wheelbase 108-inci,panjang bak  6 1/2-feet.
  • ¾ ton -> panjang wheelbase 116 inch dan panjang bak  7  1/2-feet
  • 1 ton -> panjang wheelbase 116 inch dan panjang bak  7  1/2-feet
  • 1 ton -> panjang wheelbase 126 inch dan panjang bak  9-feet

Seri B diperkenalkan pertama kali hampir bersamaan dengan pickup produksi  Chevrolet dan Ford. Chevrolet merilis pickupnya  pada bulan Juni 1947, Dodge pada bulan Desember 1947 sedangkan Ford  menyusul pada bulan Januari 1948. Ketiga Pickup yang disebut sebagai model 1949 ini adalah produksi mobil pertama dari tiga divisi tersebut  sejak Perang Dunia Kedua.

Pada jamannya, Seri B dianggap sebagai Pickup terbaik dengan teknologi paling maju bila dibandingkan dengan Chevrolet dan Ford, karena beberapa fitur seperti dibawah ini :

Gaya (Style) -> Pada jamannya, dibandingkan dengan pesaingnya yang masih mempertahankan gaya tahun 1930-an, Dodge Seri B yang menggunakan spatbor lebar termasuk desain mobil yang modern. Desainer Dodge merancang bodi Seri B dengan satu tarikan garis halus dari spatbor depan, pintu dan spatbor belakang.

Faktor Keselamatan -> Desainer Dodge menyebutnya sebagai  “The Pilothouse safety cab”. Rancangan ini mengacu kepada perbaikan dalam hal visibilitas dari model kabin sebelumnya. Hal ini didapat dengan menggunakan kursi "chair height" rancangan Chrysler, serta penggunaan kaca depan,kaca pintu,jendela belakang dengan ukuran  yang lebih tinggi dan lebih lebar, dengan tujuan untuk mengurangi efek “blind area”.

Efektifitas Daya Muat -> Para perancang mobil ini memundurkan posisi sumbu roda depan sekitar delapan inci dan memajukan posisi mesin sedikit lebih kedepan. Hal ini sebenarnya mirip dengan konsep Fore-Point load distribution pada produk tahun 1936 – 1938, yang memiliki efek menggeser beban muatan ke sumbu roda depan dan dapat meningkatkan daya muat tanpa menambah beban ke per dan poros roda belakang.

Kenyamanan dalam mengemudi. Berkat penggunaan “cross-steering arrangement” yang dipadukan dengan “new wide tread front axle”, membuat drag link menjadi sejajar dengan sumbu roda depan dan tidak mengganggu ban sebelah kiri pada saat akan berbelok ke kiri. Efeknya, perubahan ini memperbesar  sudut belok ke kanan dan kiri sebesar 37 derajat. Selain itu Dodge Seri B telah dilengkapi dengan per fleksibel berukuran panjang dan shock absorber agar lebih nyaman dan lebih mudah dikendalikan.

Kapasitas Angkut -> Dengan ukuran dinding bak belakang yang lebih tinggi, kapasitas angkut Seri B menjadi lebih besar. Oleh sebab itu Seri B terkenal sebagai mobil pekerja keras untuk mengangkut beban berat. Konsekuensinya , walaupun tersedia transmisi 3-kecepatan, sebagian besar Seri B yang dijual menggunakan transmisi 4-kecepatan (optional) dan per yang telah diperkuat.

Kemampuan untuk mengangkut beban berat ini didukung juga oleh mesin yang tangguh produksi tahun 1947, yang tidak pernah berubah. Untuk Seri B ukuran ½ ton dan  ¾ ton, menggunakan mesin 6-silinder 218 yang dapat menghasilkan daya 95 hp. Sedangkan Seri B yang berukuran 1 ton menggunakan mesin 230 yang dapat menghasilkan daya 102 hp.

 

Sumber : pickuptrucks.com

Mobil Retro Dot Com

Top Desktop version